Thursday, October 23, 2008

Tsalabah Juga Punya Prinsip

Tsalabah seorang sahabat nabi yang meminta didoakan oleh Rasulullah agar diberikan kelapangan dalam rizky, pada awalnya Beliau menolak dan menasehati agar mengikuti cara hidup Beliau, namun tsalabah terus meminta agar didoakan, kali ini tsalabah bilang bahwa jika ia diberikan kelapangan rizky maka dia tentu akan mudah untuk menunaikan kewajiban dan dapat memberikan hak-hak orang lain, akhirnya Rosulullah mendoakannya juga.

Setelah di doakan Rosulullah, Tsalabah membeli ternak, dan seiring dengan perjalannya waktu ternaknya pun terus bertambah banyak dan otomatis dia pun semakin sibuk untuk mengurusi ternak tersebut, sehingga ia mulai jarang solat berjamaah di masjid bahkan lama kelamaan sampai solat jum’at yang seminggu sekalipun ia mulai tidak datang.

Ketika perintah zakat datang Nabi mengutus 2 orang kepada tsalabah untuk mengambil zakatnya itu, namun apa yang dikatakan adalah menolak untuk memberi zakat tersebut., sehingga nabi berkata “celakalah Tsalabah”

Berkenaan dengan kejadian ini pun turun ayat dari Q.S Attaubah 75-78 :

Dan diantara mereka ada orang yang Telah berikrar kepada Allah: "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, Pastilah kami akan bersedekah dan Pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh. (Q.S Attaubah 75)

Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran) (Q.S Attaubah 76)

Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, Karena mereka Telah memungkiri terhadap Allah apa yang Telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga Karena mereka selalu berdusta. (Q.S Attaubah 77)

Tidaklah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang ghaib. (Q.S Attaubah 76)

Tsalabah pun setelah mendengar ayat ini menjadi takut dan datang kepada Nabi untuk menyerahkan zakatnya, namun nabi tidak menerima zakatnya tersebut sambil berkata “ALLAH melarang aku mengambilnya” bahkan hingga rosul wafat

Tsalabah menyerahkan kepada Abu Bakar dan Umar tapi ditolak juga hingga akhirnya ia pun wafat pada kalifah utsman.

Kisah tsalabah ini terjadi dijaman Nabi, namun hingga kini tsalabah masih menyisakan kepada kita sebuah nilai prinsip-prinsip yang terkadang masih kita pegang, contohnya adalah :

Prinsip 1
Ketika sedang kepepet/terdesak ada musibah yang menimpa kita, sering dengan berlinang air mata memohon kepada ALLAH SWT agar dibukakan pintu pertolongan, namun apa yang terjadi ketika kita sedang dalam keadaan bahagia, senang, suka cita kita menjadi lalai dalam beribadah sering lupa mengucapkan rasa syukur/

Dengan alasan berbagai kesibukan mulai dari pekerjaan formal, bisnis hingga waktu kita bloging kita sering menomor duakan waktu solat berjamaah, bahkan hingga waktu sholat akan berakhir pun kita tetap masih asyik masyhur.

Alasan sedang rapat/meeting, transaksi penting para pedagang dan berbagai macam alasan penting ini kita kemukakan untuk menjustifikasi jarangnya kita berjamaah di mesjid padahal dulu waktu kita masih nganggur kita rajin solat berjamaah.

Prinsip 2
Ketika ada yang minta sumbangan dari yayasan pesantren kita sering menolak dengan alasan seperti : yayasannya tidak jelas, jauh lokasinya, hanya masuk kas pribadi dan lain-lain

kita dengan entengnya bilang “mendingan kalo mau sodakoh dimesjid yang deket-deket aja, deh”

Ada lagi ketika ada pengemis, kita menolaknya dengan berbagai alasan, dalam hati kita sering bilang “keliatannya masih muda tapi ko udah ngemis, males banget si orang, mendingan ngasih pancingan dari pada ngasih ikannya”

Tapi kenapa sampai saat ini kita tidak memberi pancingan itu ya?

Prinsip 3
Pada akhirnya ketika sampai pada tingkat makom yang tinggi, ajaran tsalabah akan mengajarkan kepada kita untuk menanamkan prinsip bahwa apa yang telah kita dapatkan selama ini adalah hasil jerih payah kita dan tidak ada campur tangan dari Allah Swt.

(Basuki Achmad)

Artikel Terkait



1 comments:

Anonymous said...

Insya Allah saya tdk akan seperti tsalabah..bener ngga' Bos..?

Post a Comment